Jumat, 04 Mei 2012

Input Foto Menggunakan Webcam Dengan MATLAB

Di sini saya akan mencoba membantu teman-teman yang sedang mengalami kesulitan dalam mencari source code real-time pada MATLAB. Dalam kasus ini, saya menggunakan media webcam untuk mengambil foto objek data.

Pertama-tama cek terlebih dahulu apakah data acquisition toolbox pada MATLAB sudah terinstalisasi atau belum. Untuk mengakses webcam dilakukan langkah-langkah sebagai berikut :
  1. Cek data acquisition, dengan klik menu Start pada Matlab
   
     2.  Kemudian ketik “imaqhinfo” pada command window. Untuk lebih jelasnya lihat gambar berikut ini


           Untuk mendapatkan info tentang peralatannya, ketik:


info=imaqhwinfo['winvideo']

             
Perhatikan bahwa adaptor adalah “winvideo”. Setiap webcam yang terhubung diakses melalui adaptor ini.
  • Inisialisasi perangkat keras (adaptor) sebagai objek. Instruksi yang digunakan dalam matlab adalah: 
    obj = videoinput(adaptorname,deviceID,format)
  • Untuk mengetahui parameter deviceID, dan format, ketikkan perintah berikut dalam matlab:
get(vd)

  • Memberikan nilai pada parameter perangkat keras. Dengan perintah ‘get(vd)’, dapat diketahui parameter apa saja yang ada pada webcam. Lalu dari parameter tersebut, beberapa diantaranya bisa diset. Untuk mengetahui parameter apa saja yang bisa diset, gunakan perintah berikut ini: 
set(vd)
  • Buka preview window untuk melihat video pada saat runtime. Berikut adalah sintaksnya:
preview(vid);

Perintah ini akan membuka jendela yang sama dengan interface pada yahoo messanger webcam. Dan bisa melihat demo video webcam pada saat runtime.
  • Pengambilan gambar. Berikut adalah sintaksnya:
data = getsnapshot(vid);

Ini berarti variabel data menyimpan data citra digital yang telah diambil menggunakan webcam. Perintah ini akan menyimpan gambar dengan cepat ke dalam variabel data dalam sebuah matriks berukuran 320×240. Lalu, untuk menampilkan hasil snapshot tidak bisa menggunakan perintah imshow’. Karena data ini masih berupa data matriks, perlu menggunakan perintah lain untuk mengubah matriks tersebut ke citra lalu menampilkannya sebagai citra.



image(gambar);

atau

start(vid);

 im=getdata(vid,1);

 figure,imshow(im);
Di sini, variable vid harus didefinisikan terlebih dahulu, kemudian gunakan perintah “getdata” untuk mengambil gambar.


  • Penyimpanan gambar. Gambar bisa disimpan dalam bentuk .jpg atau .gif. Untuk menyimpan gambar dapat digunakan perintah imwrite”.
imwrite(im,’myfirstimage.jpg’);



Berikut ini adalah contoh source code yang saya gunakan:



% --- Executes on button press in Btn_gambar.
function Btn_gambar_Callback(hObject, eventdata, handles)
% hObject    handle to pushbutton1 (see GCBO)
% eventdata  reserved - to be defined in a future version of MATLAB
% handles    structure with handles and user data (see GUIDATA)
imaqhwinfo;
foto=videoinput('
winvideo');
%foto=videoinput('
winvideo',1,'RGB24_13484480x2084362783');
set(foto,'
SelectedSourceName','input1');
foto.ReturnedColorSpace='
rgb';
foto.FramesPerTrigger=100;
%imaqmem('FrameMemoryLimit');
%axes(handles.axes1);
start(foto);
gambar=getsnapshot(foto);
imaqmontage(gambar);
image(gambar);
%axis
xy;
%axis 'autoy';




Keterangan: jika ingin mengatur nilai x dan y, hapus tanda '%'.


Semoga tulisan saya ini bermanfaat :) Selamat Mencoba!!! 

Kamis, 03 Mei 2012

Pengorbanan Seorang Ibu


Saat saya sedang membuat kue, tiba-tiba saya teringat akan curahan hati seorang ibu yang tidak perlu saya sebutkan namanya. Kemudian saya mengingat akan apa yang sudah ibu saya berikan untuk saya. Saya akan menceritakan sedikit cerita tentang seorang ibu.

Kisah 1

Seorang ibu tiba-tiba bercerita kepada saya tentang masalah anaknya. Ibu ini adalah seorang pedagang. Dia menjual segala macam sembako dan juga beberapa macam keperluan rumah tangga lainnya. Beliau bercerita bahwa dahulu, beliau sempat tertimpa musibah. Rumahnya terbakar, dan seluruh dagangannya habis terbakar yang tersisa hanya beberapa puing rak yang terbuat dari besi yang kemudian beliau gunakan kembali untuk membuat rak baru. Akibat dari kejadian tersebut, beliau mengalami kerugian puluhan juta rupiah. Sementara mata pencahariannya hanyalah sebagai seorang pedagang, tentu saja hal ini membuatnya terhenti untuk mencari uang.

Ibu ini pun berusaha mencari modal kembali dengan meminjam uang dari beberapa kerabat, dan tetangga. Puluhan juta beliau butuhkan untuk membangun kembali warungnya dan membeli beberapa dagangan sebagai modal awal dari dagangannya.

Singkat cerita, seiring mulai berjalannya bisnisnya tersebut, tanggal jatuh tempo peminjaman uang ke beberapa kerabat dan tetangganya pun tiba. Namun, beliau tidak dapat mengembalikan uang mereka. Maka, dengan berbagai alasan, ia mencoba mengulur waktu pengembalian uang.

Beliau mempunyai seorang putri tunggal yang masih kuliah di sebuah perguruan negri ternama di Jakarta. Dan untuk biaya kuliah anaknya ini, tentulah memakan uang yang tidak sedikit. Namun, ibu ini tidak pernah mengeluh. Apa pun beliau lakukan untuk bisa memenuhi kebutuhan dan keinginan anak semata wayangnya tersebut.

Begitu putrinya lulus, putrinya pun akhirnya bekerja di sebuah perusahaan asing dengan gaji yang cukup besar jika dilihat dengan background-nya sebagai fresh graduate. Semakin putrinya sukses, semakin jarang lah putrinya membantu ibunya di warung. Bahkan saat ini, putrinya tersebut tidak pernah menginjakkan kakinya di warung ibunya tersebut. Sang Ibu tidak mengeluh. Hal ini, dikarenakan kasih sayangnya yang begitu besar kepada putrinya sehingga beliau pun tidak mengeluhkan masalah ini.
Suatu hari anaknya pun menikah. Bertambah pula biaya yang harus beliau keluarkan untuk pernikahan anak semata wayangnya tersebut. Ibu ini pun rela mengorbankan uang yang seharusnya menjadi modal dagangannya untuk membiayai pernikahan putrinya ini. Dan Alhamdulillah, sesuai dengan keinginannya, acara pernikahan putrinya pun berjalan dengan lancar.

Begitu anaknya berumah tangga, Sang Ibu pun kembali dirongrong oleh kerabat dan tetangganya untuk segera membayar hutangnya tersebut. Ibu ini pun kebingungan. Karena uangnya tak kunjung terkumpul untuk membayar hutangnya. Akhirnya ibu ini pun berinisiatif menjual mobil dan rumahnya untuk menutupi hutangnya. Karena harganya tidak cocok, beliau pun akhirnya bercerita kepada putrinya berharap putrinya tersebut membantunya menyelesaikan masalahnya tersebut.

Putrinya  pun akhirnya mengambil keputusan untuk membantu ibunya melunasi hutang-hutangnya tersebut. Namun dia memberikan persyaratan kepada ibunya bahwa dia tidak bisa memberikan uang kepada ibunya sebagai modal, karena uangnya sudah terpakai untuk melunasi hutang ibunya tersebut. Sang Ibu pun terdiam. Beliau berkata dalam hati, “Dulu kamu minta apa pun selalu aku berikan tanpa berpikir panjang. Segala apa pun aku upayakan untukmu. Namun mengapa sekarang kamu berhitung kepada ibumu? Padahal aku tidak pernah sekali pun berhitung kepadamu”. Dan perlu diingat adalah, ternyata rumah yang saat ini dihuni oleh ibu dan bapaknya suatu saat akan menjadi milik putrinya tersebut. Saya dalam hati hanya bisa berkata, ”Wow! Lalu apa gunanya suami putrinya itu????”. Dan sekarang, Sang ibu pun akhirnya hanya bisa pasrah dan mengikhlaskan perlakuan putrinya ini.

Kisah 2

Sama dengan kisah pertama. Kisah kedua adalah kisah seorang ibu yang bermata pencaharian sebagai pedagang juga. Hanya saja barang dagangannya berupa sayur-sayuran.

Suatu hari ibu ini bercerita bahwa anaknya sudah 2 tahun tidak membayar uang sekolah. Pihak sekolah sudah beberapa kali menegurnya. Namun apa daya, Sang Ibu belum mampu melunasinya.

Setiap hari beliau berjalan kaki berkilo-kilo meter jauhnya untuk mencari sesuap nasi dengan berjualan sayur. Setiap hari pula beliau harus bertarung dengan beratnya gerobak yang didorongnya dan teriknya sinar matahari yang selalu menyengat. Namun, setiap hari pula, ada saja pelanggannya yang berhutang padanya, sehingga uang yang seharusnya beliau dapatkan setiap harinya tidak didapatnya.

Jika sayuran yang dijualnya tidak habis, Sang Ibu pun mengambil barang dagangannya yang tidak mampu bertahan lama untuk dimasak. Jika tidak, terpaksa beliau memberikan beberapa kepada pelanggan dengan cuma-Cuma hanya agar menghindari barang dagangannya membusuk.

Tahukah kalian bahwa pelanggan yang berhutang kepadanya tidak hanya orang-orang yang memiliki penghasilan dibawah rata-rata????? Banyak dari ibu-ibu yang seharusnya masih dikategorikan orang mampu pun berhutang kepadanya. Entah apa yang mereka pikirkan sehingga mereka tega berbuat demikian, sementara mereka mampu memesan junk food via delvery. Namun, Sang ibu hanya bisa sabar dan pasrah demi tidak kehilangan pelanggan.

Miris rasanya mendengar kisah dari kedua ibu tersebut. Saya hanya mampu tersenyum untuk membuatnya tetap tegar. Tidak ada kata lain selain “sabar” yang mampu saya ucapkan kepada mereka. Ingin menangis namun tak sanggup. Dan kemudian saya pun teringat kepada ibu saya. Ya, Ibu selalu berusaha memenuhi kebutuhan saya dengan berbagai cara. Segala upaya beliau lakukan untuk saya. Keringatnya yang berjatuhan dan keletihan di wajahnya tidak mampu saya balas kepadanya. 

Ya Allah, jika boleh saya meminta, ijinkan saya memberikan apa pun yang mampu saya berikan kepada ibu saya. Ijinkan saya membahagiakan hatinya. Ijinkan saya memberikan yang beliau butuhkan dan menggantikan apa saja yang sudah dikeluarkan untukku. Dan jika aku lupa akan kerja kerasnya, tolong ingatkan aku. Jangan biarkan aku lupa kepadanya ya Allah. Jangan biarkan aku membiarkannya sendirian. Jangan biarkan aku membuatnya bersedih karena sikapku. Ingatkan aku ya Allah. Ingatkan aku selalu! Amin Amin Amin ya Rabbal alamin 

Senin, 02 April 2012

Patner Terbaik



Dalam pengertian saya, patner terbaik adalah orang yang mampu memposisikan patnernya secara equal. Dimana mereka bebas mengutarakan pendapatnya masing-masing, bebas mengungkapkan isi hati dan perasaan masing-masing dengan menggunakan logikanya, mampu meningkatkan ambisi salah satu pihak untuk bisa mensejajarkan dirinya dengan pihak yang lain. Dapat juga menjadi saingan tanpa ada rasa iri dengki namun menjadi sebuah semangat baru, tujuan yang pasti dalam mencapai sesuatu. 
Patner terbaik bagi saya adalah orang yang bisa memerankan dirinya sebagai teman, sahabat karib, kakak, ayah dan juga sebagai seorang kekasih tentunya! Patner terbaik adalah orang yang mampu membuat ada termotivasi untuk menjadi seseorang yang lebih baik lagi dan seseorang yang mampu membuat Anda ingin sejajar dengan dirinya dengan segala kelebihan dan kekurangan Anda.
Tidak ada kebohongan satu sama lain, saling terbuka dan mampu berkomunikasi dengan baik serta mampu menyelesaikan masalah dan juga saling mengerti satu sama lain, tentunya menjadi syarat penting untuk bisa menjadi seorang patner yang baik untuk pasangannya. 
Jadi sudahkah dia menjadi patner terbaik saya???? Tidak ada yang tau! Kita lihat saja nanti :) Bismillaahirrohmaanirrohiim :) 


Repost from the other of mine tarisitoresmi.tumblr.com

Senin, 17 Oktober 2011

Jadi Bolang Sehari!!!



Bolang, tau kan istilah bolang???? Bolang = Bocah Petualang. Tapi kali ini gw menyebutnya "Bolang = Bocah Ilang" :D Ya gw, suka sekali nge-bolang. Pergi ke tempat-tempat jauh yang belum pernah gw datengin dengan hanya menggunakan transportasi umum. Selama ini, gw tau daerah-daerah tersebut dengan menggunakan kendaraan pribadi. Bagaimana kalau kali ini gw berpetualang dengan menggunakan transportasi umum??? hmmmm.. pasti seru yah!!! :D

Kali ini, gw memutuskan untuk pergi ke Bogor. Yah, mungkin buat kalian Bogor itu bukan lagi tempat baru yang harus dikunjungin. Tapi, bagi kalian yang sering menggunakan kendaraan pribadi, gw saranin coba ke tempat ini dengan transportasi umum [cuma saran sih.. kalau nggak suka berpetualang seperti gw, ya udah nggak apa-apa].

Satu hal, kawan, ketika lo ngebolang, paling enak kalau lo ngajak teman. Dan dalam petualangan gw kali ini, gw ngajak Sari, adek kelas gw yang memang punya hobi yang sama dengan gw :D Ok, kita putuskan ke Bogor!

Berangkatlah kita dari kota yang berbeda. Sari dari arah Kalimalang, gw dari arah Pamulang. Kami memutuskan untuk naik kereta, alat transportasi paling mudah untuk menuju ke Bogor :D Karena kami dari arah yang berbeda, kali ini, kami janjian di Stasiun Tanjung Barat. Perjalanan menuju Bogor cukup memakan waktu kurang lebih 45 menit. Karena weekend, kereta penuh sesak, padahal kami naik Commuter Line.

Sampai di Bogor, tanpa berbekal pengetahuan tentang kendaraan di sana, kami pun, bertanya pada supir angkot hahahahahaha. Tujuan pertama adalah Kebun Raya Bogor. Ok, kita naik angkot 02 dari stasiun! Ongkosnya murah, cuma Rp 2,000,00,- Bodohnya, kita salah turun huahuahuahahahahahahaha. Seharusnya kita turun di gerbang utama, tapi, kita malah turun di pintu 2. Kata pedagang, kami harus memutari kebun Raya dulu untuk sampai ke gerbang utama. "Nggak jauh kok neng", kata bapak penjual lukisan. Kami pun akhirnya memutuskan untuk berjalan kaki. Dan ternyata, kalimat "nggak jauh" menurut perkiraan Si Abang itu tergolong JAUH!! Alamaaaaaaaakkk.. udah kita belum makan pula!

Sampai di Kebun Raya, kami pun menelusuri jalan sesuai dengan peta. biasa, mencari jembatan gantung! hahahaha





Dalam perjalanan dari jembatan gantung menuju cafe daun, tiba-tiba kami mengalami kejadian aneh. Sepanjang jalan kami merasa diikuti. Sari yang memang bisa "melihat", bolak-balik nengok ke belakang. Sementara gw yang tau ada hal yang ganjil, bersikap tenang sambil cerita ini-itu. Tiba-tiba, saat pohon-pohon mulai rimbun, terdengar suara, "Tak-Tok-Tak-Tok". Gw dan Sari pun terdiam. Tapi kami tetep jalan.  "Kok, kayak suara hak sepatu ya??? Oh, ada orang ya di belakang", ujar gw dalam hati. Pas, gw mau nengok ke belakang, Ada daun-daun berjatuhan. Dan bunyi jatuhnya juga lumayan kenceng. Jadi gw pikir, itu suara daun. Tapiiiii emang dasar rese Sari malah nengok ke belakang dan langsung mengkode, "Hmmm.. cakep!!". Haduuuuuuuuhhh... gw udah apal banget kalau dia udah kasih kode kayak gitu!!

"Ada apaan, Dek?" tanya gw dengan santai.
"Entar aja gw ceritain. Nggak ada jalan lain apa, Kak?" tanya Sari yang mulai panik.
"Nggak. Cuma ini doang. Tuh, di depan juga udah cafe daun kok", jawab gw masih tetap tenang.

Akhirnya, buru-buru kami jalan ke cafe daun. Kemudian foto-foto di kolam. Di situ dia baru cerita. Ternyata dia melihat seorang cewek pake rok panjang dan high heels model jaman dulu. Tapi masalahnya yang dia lihat hanya setengah badan! Masya Allah! x_x

Karena udah sore, Kebun Raya juga udah mau tutup, akhirnya kita putusin untuk wisata kuliner. Pertama, cari asinan! Tanyalah kita ke satpam penjaga gerbang. Ternyata asinan yang paling enak, adalah yang berada di daerah Sukasari, dan lagi-lagi kita naik 02. Ongkosnya juga murah cuma Rp 2,000,00,-

Selesai makan asinan dan berbelanja untuk oleh-oleh, akhirnya kita meneruskan ke daerah Padjadjaran untuk membeli makaroni panggang. Dan dari Sukasari, kita harus naik angkot 09 dengan tarif Rp 2,000,00,-
Diturunin lah kita berdua di gang kecil. Tapi tempat macaroni panggangnya belum terlihat. Akhirnya gw dan Sari tanya satpam lagi. Jalanlah kita menelusuri arah yang dikatakan satpam tadi. Lumayan euiii.. jauh juga (_ _")

Sampai, di sana, Sari berbelanja macaroni panggang untuk oleh-oleh keluarganya. Karena sudah malam, gw dan Sari pun memutuskan untuk mengakhiri petualangan kali ini. Bertanyalah kita ke tukang parkir. Ada dua orang. Yang satu ehem.. ganteng euii.. hidung mancung, putih, tinggi dan senyumnya manis juga hahahahahaha. Yang satu lagi, item, rese, yaaa gak cakeplah. Gimana nggak rese, dia sempet mau nyasarin kita. Kita disuruh naik 08 yang ternyata ke arah Citeureup. Untung aja ada Abang Ganteng ehem hahahahahahahaha. Dia kasih tau kita supaya jalan ke arah puteran terus naik 03. Tapi emang dasar Sari yaaaa.. nggak dimana yang ditanya "Ongkosnya berapa ya?" (-_______-") Dan gara-gara pertanyaan dia, si Abang Ganteng sampe mau bayarin kita!!! Haduuuuuuuuuhhhh bikin malu!! Gw tarik aja tuh anak!

Tapi lumayan jauh juga loh, jarak dari makaroni panggang ke puteran yang dimaksud. Ternyata puteran yang dimaksud adalah bagian luar Kebun Raya. Dan karena sudah malam, agak susah juga ya mencari angkot 03 yang kosong. Belum lagi tulisannya nggak begitu jelas.

Dan di situ pun, lagi-lagi Sari "melihat" sesuatu. Haduuuuuuuuuhhhh.. berasa horor banget petualangan gw kali ini (-___________-") Dia minta pindah, tapi dia malah tambah ketakutan.

Gw jadi iseng pengen tanya, "Yang tadi ada di sebelah kanan lo cowok ya, mukanya rusak separuh, ngeliatin lo terus?"
"Iya, kok kakak tau sih? Kakak bisa liat juga?", tanya Sari heran.
"Nggak. Gw asal nebak aja. Hehehe", jawab gw sambil lalu.

Semakin kami berjalan, Sari semakin ketakutan. Kata dia ada banyak. Gw akhirnya nyuruh dia merem sambil berdoa, sementara gw tetep konsen nyari angkot yang nggak penuh. Alhamdulillah nggak lama dapet juga. Dan lagi-lagi ongkos cuma Rp 2,000,00,- Murah yah :D Beda banget dengan di Jakarta. Itungan jarak segitu siiihh udah masuk Rp 3,000,00,- (-________-") Akhirnya kita naik kereta jam setengah 8. Naik kereta ekonomi, karena yang tercepat saat itu kereta ekonomi. Haaaaaaaahhhh.. lumayan lah perjalanan kali ini.. Lain kali lagi ya, Dek!! :D



Sabtu, 15 Oktober 2011

Tertawalah Sebelum Batuk Menyerang!!!

Ini adalah saat-saat yang paling menyiksa dalam hidup gw. Lo tau kenapa??? Karena gw sekarang menderita BATUK KERING! Terus kenapa kata lo???! Ya karena gw gak bisa ketawa sepuas-puasnya. Sementara gw dikelilingi oleh orang-orang gila yang sangat berharga dalam hidup gw, sungguh ini SANGAT MENYIKSA!!

Gw ini, jarang banget menderita batuk ataupun pilek. Sekalinya gw menderita dua penyakit ini, langsung parah dan membuat gw sangat menderita!!! Gimana gak???!

  1. Kepala pasti pusing,
  2. Gw dipaksa untuk istirahat total, sementara gw orangnya bosenan klo gak ngapa-ngapain,
  3. Gw risih harus batuk-batuk terus di depan orang, belum lagi ingus gw meler terus!!! Dan paling mengesalkan klo alergi perubahan cuaca gw kumat!! ingus meler gak bisa gw kontrol!! Astagaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa..... *buru-buru elap ingus pake baju* (-..-)
  4. Suara gw jadi berat, gak bisa teriak manggil abang-abang yang lewat!!! Sementara gw kelaperan, gw terpaksa manggil sambil batuk-batuk! Gw rasa Si Abang kasian sama gw (_ _")
  5. Gw gak bisa nyanyi! Bahkan dalam kesenangan gw pun harus menderita!!! haduuuuuuuhhhh.. *batuk-batuk*
  6. Gw GAK BISA NGAKAK MEEEEEEEEEEENNNNNNN!!! Ini yg PALING  membuat gw MENDERITA!!! Sialnya gw berhubungan dengan orang-orang gila yang selalu bikin gw ngakak!! Dan HARI INIIIIHHH.. musibah ini terjadi lagi saat gw buka blognya Alit yang ini! [Kali ini lo sukses bikin gw tersiksa lit!!! It's so kampret you know!!! (-,- )]
  7. Gw gak bisa makan pedes, gorengan, kacang-kacangan, apalagi RUJAK!!! astajiiiiiiiiiiiiiiimmmmmm!
Yang harus lo garis bawahi point nomer 6 men! Mendingan klo lo punya nasib yang sama kayak gw, jangan deket-deket dengan orang-orang gila yang bisa bikin batuk lo tambah parah! Sakit tenggorokan lo, sakit perut lo, sakit hati lo karena lo terpaksa ngakak sambil batuk-batuk! So TERTAWALAH SEBELUM BATUK MENYERANG!!!

Jumat, 30 September 2011

Iseng-Iseng Menghasilkan

Banyak cara untuk mencari uang. Dimulai dari bekerja kantoran (relatif) sampai ada juga yang mencari uang dari mengikuti kuis-kuis yang sering diadakan baik di dunia maya atau pun dunia nyata. Dalam hal ini, gw lebih memilih membuat kue. Gw juga bingung sejak kapan gw jadi suka bikin kue. Semua yang jelas bermula, saat gw mulai membutuhkan uang tambahan untuk keperluan kuliah gw. Dari suatu kebutuhan yang berujung pada sebuah hobi :)

Awal mula, ketika gw belajar membuat brownies. Sebelumnya, gw patut berterima kasih sama teman SMA gw, Shasha yang udah kasih resep brownies ini :) Maknyus mbot!!! :D Ok.. kembali ke topik utama! Saat gw membuat brownies, kelinci percobaan gw adalah cowok gw (sekarang udah mantan). Kebetulan dia suka sekali dengan brownies :) Saat dia ke Jakarta, gw buatkan lah itu brownies. Dan hasilnya dia bilang enak!!! Waaaahhh, ternyata gw bisa bikin kue tooohhh! :D Bangga juga gw. Hehehehe.

Semakin ke sini, permintaan pelanggan semakin beraneka macam. Ada yg minta dibuatkan pastel. Kalau yang ini, resep dari alm. ayah gw :') Hasilnya enak banget loh! Kemudian gw mencoba membuat Bolu Trio, Cake Tape, Blackforest, Cheese cake dan sekarang gw mulai memfokuskan diri pada Cheese stick :)

Mungkin beberapa belum sempet gw dokumentasiin. Tapi gw punya foto beberapa karya gw. Untuk yang lainnya menyusul yah uploadnya :) Silahkan dilihat-lihat :)

Ini foto Cheese Cake :)


Jangan dilihat bentuknya yang penting rasanya hahahahaha.. yang ini gw lagi kecapean ;)

Sanguin-Melankolis

Bingung pastinya kenapa gw mengambil topik ini. Ini semua bermula saat  berkenalan dengan salah satu teman dunia maya gw, Iman Prabawa. Kami berkenalan lewat chatting, dan kemudian kopi darat. Alhamdulillah orangnya baik dan enak diajak bicara. Banyak hal yg kita bahas, mulai dari lagu, ritme drum (dia adalah pelatih drum), sampai tentang kepribadian.

Beberapa kali mengobrol dengan dia, tiba-tiba dia menebak bahwa gw ini adalah seorang sanguin. Pada awalnya gw tidak percaya, meskipun gw punya buku "Personality Plus" karya Florence Littauer, tapi gw tetap tidak percaya. Karena pada saat itu gw menganggap bahwa gw adalah melankolis sejati. 

Beda loh antara sanguin dan melankolis. Kedua kepribadian ini sangat bertolak belakang. Si Sanguin yang percaya diri, bersahabat, terburu-buru dalam mengambil keputusan; sedangkan Si Melankolis yg tidak percaya diri, cenderung pendiam, teliti dan sangat perfeksionis. 

Perlu diketahui, sifat dasar gw sebenarnya lebih cenderung ke melankolis. Namun, semakin bertambahnya usia, semakin pula gw mengerti kekurangan-kekurangan gw. 

Si Melankolis yg cenderung pendiam dan tidak percaya diri, hmmmm.. bagaimana gw harus menutupi itu semua??? Gampang aja kok. Ubah cara berpikir kita. Mulai belajar berani mengutarakan pendapat atau pun suatu ide yang kita anggap baik. Awalnya, sulit untuk gw berubah (Ini gw gak bohong!). Butuh waktu bertahun-tahun untuk melatih diri agar bisa bebas berpendapat. Tidak perlu jauh-jauh lah.. Percaya diri dalam bersosialisasi aja deh. Itu susah loh! Gw dulu yang minderan dengan segala alasan yang entah kenapa selalu gw ada-adain dan sampai sekarang pun kadang kekurangan gw ini kumat :D yaaahhh, namanya juga kepribadian, sulit untuk dirubah. Tapi, mau sampai kapan lo kayak gini??? Di kehidupan nyata lo membutuhkan bantuan orang lain. Tapi bagaimana lo bisa mendapatkan bantuan, sedangkan lo tidak mau terjun ke dalam pergaulan di sekeliling lo. Tidak perlu menjadi orang lain. Tidak perlu terpengaruh dengan mereka. Setidaknya, lo mampu mengucapkan kata "Hai!" lebih dulu dari mereka. 

Dulu, ada tante gw yang selalu memarahi gw karena sifat gw yg selalu minder. Hahahahahahahahahaha masih inget banget gw bagaimana cara tante gw merubah gw menjadi seperti sekarang ini. Gw yang dulu sukanya mojok (memisahkan diri), sekarang mulai belajar berbaur dengan yang lainnya. Gw yang dulunya hanya diam dan selalu melipat kedua tangan dengan tatapan tajam, kini mulai menanggapi setiap perkataan dari lawan bicara kita dengan penuh senyuman. Tidak perlu sok tau. Tidak perlu selalu menjawab setiap pernyataan yang mereka utarakan. Cukup mendengarkan saja kok :) Karena awal dari pertemanan adalah menjadi pendengar yg baik :) Satu hal yang gw inget dari beliau, "Kenali dirimu sendiri. Setelah itu kamu akan mengenal orang lain". It works guys! :D

Teman-teman pun banyak yang memberikan saran, "hidup gak usah dibawa susah. Jangan memikirkan apa yang seharusnya gak lo pikirkan". Bener juga. gw terlalu perfect memandang suatu masalah. Gw selalu melihat dari berbagai sudut pandang, selalu menimbang-nimbang baik-buruknya, selalu memprediksi sebab-akibatnya. Dan bodohnya gw suka ketakutan sendiri dengan prediksi gw. Hahahahahahahahaha. Tapi kembali lagi. "Lo tidak akan mendapat sesuatu, kalau lo tidak mau mencoba. Lo tidak akan tahu hasilnya, kalau lo gak berani untuk mencoba. Lo gak akan mengerti arti tanggung jawab, kalau lo gak berani ambil resikonya. Segala sesuatu itu ada resikonya. Pilih salah satu dan kemudian jalani penuh dengan tanggung jawab."

Banyak hal yang gw anggap itu adalah suatu kekurangan, gw coba untuk merubahnya. Meskipun, masih ada perasaan grogi, malu, dan minder, tapi biasanya gw bisa mengatasinya dengan berbicara dengan orang lain. Biasanya trik ini gw pakai pas gw interview hahahahahahaha. 

Bertahun-tahun sudah gw jalanin kehidupan gw dengan cara gw yang baru. Suatu saat, ketika gw sedang iseng mengisi tes kepribadian di facebook, ternyata hasilnya gw ini sanguin. Wow!!! Tebakan Iman ternyata benar. Begitu gw konfirmasi, dia bilang gw ini memiliki kepribadian yang unik. Sanguin-melankolis. "Suatu kepribadian campuran yang sangat bertentangan dan biasanya dianggap sebagai pergolakan bathin" kata Florence sih begitu. Wow.. berarti sama aja gw labil donk????? :S 

Tapi gw pikir-pikir lagi, dari awal gw yang melankolis sejati, dan kemudian berubah menjadi sanguin-melankolis itu merupakan proses pendewasaan gw. Yah, gw berpikir itu adalah proses pendewasaan gw. Proses dimana gw mulai mengetahui semua kekurangan di dalam diri gw sendiri, dan pada akhirnya gw berhasil menemukan cara untuk menutupi itu semua. Jadi, buat kalian yang memiliki kepribadian yang sangat berlawanan seperti gw, jangan takut! Itu adalah proses dimana kalian mengerti diri sendiri dan mengetahui cara mengatasinya :) Semoga tulisan gw kali ini bermanfaat ya guys :)